Archive for the ‘ Naluri Api ’ Category
berkibarlah sangsaka dengan jiwa istiqomahmu walau sejuta permasalahan menggerogoti keriput wajah ulah anak bangsa yang sering membuatmu kesal kesabaran dan kedewasaan merupakan energi yang kau punya menjadi optimistis bersama untuk melangkah lebih baik basuh kembali tanah airku dengan niatan terpatri seperti halnya tumpahan darah para pahlawan perjelas sorot mata untuk mencakar para benalu yang mengatasnamakan [ READ MORE ]
ada apa dengan panji-panji mu kini… warna merahmu sudah ternodain dengan keberanian yang salah kaprah warna putihmu tak lagi suci seperti embun pagi mengembang dalam harapan yang tak kian datang… merah putihmu menjadi saksi keberingasan para pelaku yang hanya menjadi pil-pil malu sang rajawali terlunglai menyaksikan keadaan yang semakin tak di mengerti nurani menjadi nyeri… [ READ MORE ]
Kado tafakur buat anak negri Lihatlah sampai akar Disana masih banyak kegelisahan yang mencurai Menunggu kesempatan yang tak kunjung sampai Dengus napas keringat menyirami tanah pijakan mu Menyesaki lubang luka luka lama yang makin melebam Warna merahmu memudar bersama ego ego pribadi Dalam kancah perang sucimu duri yang tercipta sendiri Menjadi beling beling pijakan bagi [ READ MORE ]
Segerombolan angan ingin menang sendiri Takpeduli yang lain jadi dikotomi curiga Tujuan harus tercapai tanpa peka pada lingkungan yang mengelilinginya itu pasti Sementara segelintir kepedulian sudah tak memiliki anggapan Biarkan saja mereka menggonggong bagai serigala dimalam hari Ketika pagi menghampiri akhirnya akan terdiam juga Unggah segerombolan angan sambil tersenyum sinis Aku memang bajingan tapi bukan [ READ MORE ]
Kado tafakur buat anak negeri Lihatlah sampai akar Disana masih banyak kegelisahan yang mencurai Menunggu kesempatan yang tak kunjung sampai Dengus napas keringat menyirami tanah pijakan mu Menyesaki lubang luka luka lama yang makin melebam Warna merahmu memudar bersama ego ego pribadi Dalam kancah perang sucimu duri yang tercipta sendiri Menjadi beling beling pijakan bagi [ READ MORE ]
Kepastian tak bias lagi diraih dari panji putihmu Hanya benang tongkat basah yang kau punya Hingga ta mampu lagi menjerat para penjahat birokrat Yang telah menelan keringat tangis ibunya sendiri Yang telah merengut kegadisan anak anaknya sendiri Yang telah menghapus mukanya sendiri Yang telah menyumpal mulut oleh pendusta baru Kebenaran padam mengalir bersama warna merahmu [ READ MORE ]
Get every new post delivered to your Inbox.