Archive for the ‘ PUISI ’ Category
malam senyap menyapa kembali dengan suaranya gemulai dalam nadanya tanpa menjanjikan apa-apa aku lunglai dalam dekapannya tak seperti malam-malam sebelumnya tanpa memabukan aku melayang dalam kembaranya butir-butir pengharapan selalu teruntai terus bertambah karena rasa haus akan terus meracuni dahaga dalam jiwa ku ungkapkan sebagai tanda mata keraguan tanpa alasan dalam ingatan semakin melingkar karakteristik unik [ READ MORE ]
paras cantik anggun menggoda lingkar putih yang sempurna malam sirna dibalik cahayanya —–17/05/2011 19:05 Rumah^sawa[ READ MORE ]
02:45 ku terbangun lagi dalam tidur lelapku dalam keadaan berkabut kubukakan kelopak mata ini sedikit demi sedikit suasana hening tergambar jelas tanpa kegundahan pagi, siang, sore dan malam tadi keresahan yang telah tercipta sebelumnya terbilas oleh sejuk air pagi ini semua kegundahan diri ku-adukan diatas hamparan sajadah kerdil memang ga ada apa-apa diri ini ketika [ READ MORE ]
apa yang kita alami sudah dituliskan sela antar kata yang terluliskan adalah ihtiar ruang antara kata yang tertuliskan adalah do’a ujung awal kata yang tertuliskan adalah tawakal ujung akhir kata yang tertuliskan adalah ikhlas mempelajari, memahami, menghayati sikap bijak yang tak semua orang mampu menjalani hal terpenting ; jangan berburuk sangka pada sang Kholik ————- [ READ MORE ]
senyum kecil tertimbun gumpalan pipi merona tawa tanpa suara memekik sanubari sejuk hati ini menyaksikan anugrah penuh semangat berontak mengacug-acungkan tangan dan kaki teruslah ciptakan suasana ceria seperti waktu itu hingga aku lelah dan terlelap mengasihimu jangan kau bosan menepuk kejujuran polos kepunyaanmu sampai tangan terkepal menjadi terbuka untuk sebuah kebesaran hati ku pandang terus… [ READ MORE ]
seseorang berjanji dengan kata-kata seseorang mengingkarinya dengan sedikit kata-kata kekurang pahaman ini hadir dalam sebuah pertanyaan berawal dari sebuah tawaran segenggam mahkota yang tidak begitu didamba kepolosan suci menjadi benteng sekaligus kemampuan diri sebagai tameng semua sirna seiring lobi-lobi para mucikari kekurang pahaman ini hadir dalam sebuah pertanyaan jenjang anak tangga yang dulunya kokoh dengan [ READ MORE ]
berkibarlah sangsaka dengan jiwa istiqomahmu walau sejuta permasalahan menggerogoti keriput wajah ulah anak bangsa yang sering membuatmu kesal kesabaran dan kedewasaan merupakan energi yang kau punya menjadi optimistis bersama untuk melangkah lebih baik basuh kembali tanah airku dengan niatan terpatri seperti halnya tumpahan darah para pahlawan perjelas sorot mata untuk mencakar para benalu yang mengatasnamakan [ READ MORE ]
semua menjadi tak terarah hilang dalam ego sendiri menenggelamkan rasa, asa dan kuasa menjadikan hampa dalam keragaman kebenaran sudah tak terukur selera mengalahkan kesepakatan bersama lakon cerita sudah tak berbingkai narasi narasi terpatri menjadi usang dalam lingkar hiruk pikuk mau dibawa kemana ‘awang menerawang sudah tak terhalang yang pasti, aku masih disini dan harus tetap [ READ MORE ]
gerrrrrrrrrrr…….gerrrrrrrrrrr………..gerrrrrrrrrrr bumi kembali gelisah, bergeser beberapa saat saja suasana hening kemudian hirukpikuk saling berhamburan runtuhan bukit bangunan menimpa pada apa siapa saja jerit tangis kehilangan harta benda juga nyawa tak ada tameng mampu menghadangnya tak ada perkiraan mampu menjaganya tak ada alat mampu mencegahnya tak ada karena itu sudah kehendak-NYA sabar, tabah kuatkan diri kawan [ READ MORE ]
Aku bergelimang dosa Mimpi-mimpi yang kelam Tak bisa tertembus, hingga tak terbendung Oleh benteng kesadaran Ku gelar permadani lusuh ku Dan bersujud di hadapan Mu Sungguh aku sangat kerdil Tak ada artinya Air mataku basahi permadani lusuh Sambil kuuntai dan kuputar tasbih kayuku Dan kupaparkan kekerdilanku Hatiku menangis, menjerit Kurasakan sepertiga malam[ READ MORE ]
Get every new post delivered to your Inbox.