Lingkar Malam

malam senyap menyapa kembali dengan suaranya gemulai dalam nadanya
tanpa menjanjikan apa-apa aku lunglai dalam dekapannya
tak seperti malam-malam sebelumnya
tanpa memabukan aku melayang dalam kembaranya

butir-butir pengharapan selalu teruntai terus bertambah
karena rasa haus akan terus meracuni dahaga dalam jiwa
ku ungkapkan sebagai tanda mata keraguan tanpa alasan

dalam ingatan semakin melingkar karakteristik unik
hingga banyaknya kata berakhir menjadi sebuah titik

ku lihat kembali bulan bertasbih bersama datangnya malam

———-
Rumah^sawaH, 19 Agustus 2011 22.28

Teka Teki’ Sebuah Angka

Sebait lakon tentang sebuah sejarah
Bertuliskan fiksi ataukah sesuai silsilah
Sebuah angka keramat menjadi penting artinya untuk ditelusuri
Saembara pembuktian hampir mendekati ataukah menjadi tali kompromi

Sudah tak penting lagi bagi kami ketahui konsep membumi yang terpatri
Apa yang ada terasa saat ini yang perlu kau pahami
Karena kami bagian dimensi yang terlupakan dalam hari

—–Rumah^sawaH 762011

Rembulan Rumah^sawaH

paras cantik anggun menggoda
lingkar putih yang sempurna
malam sirna dibalik cahayanya

—–17/05/2011 19:05
Rumah^sawaH

Refleksi Dini Hari Untuk Diri

02:45 ku terbangun lagi dalam tidur lelapku
dalam keadaan berkabut kubukakan kelopak mata ini sedikit demi sedikit
suasana hening tergambar jelas tanpa kegundahan pagi, siang, sore dan malam tadi

keresahan yang telah tercipta sebelumnya terbilas oleh sejuk air pagi ini
semua kegundahan diri ku-adukan diatas hamparan sajadah

kerdil memang ga ada apa-apa diri ini
ketika mengingat kebohongan yang telah jadi
ketika mengingat kesombongan yang telah terjadi
ketika mengingat keserakahan yang telah menjadi

dipagi ini kubersimpuh tak mengharap sebuah penghargaan apapun
karena aku sadar belum banyak ranah kebaikan kucipta
karena aku tahu betapa asiknya aku bergulum dengan nafsu dan dosa
karena aku belum bisa memberikan manfaat maksimal yang seharusnya sebagai manusia

buih butiran pengharapan dalam do’a terpanjatkan sebagai refleksi diri
menuju rihdoMU semata

————
tanah lahir, janari 23 april 2011

Radiasi Sebuah Mahkota

jangan tanya lagi ..!
dari awal tak terlintas dalam benakku menghias kepala ini dengan mahkota yang mengandung radiasi itu

karena norma keharusan sudah terkontaminasi dengan rekayasa
kemampuan ternetralisir dengan perkawanan searah

jangan tanya lagi ..!
karena kesempatan sudah mereka batasi sendiri
keterusikan ini melahirkan energi untuk keberadaan diri jangan kau pandang sebelah mata

naif memang ketika kesempatan menghampiri tak terespon baik
namun lebih naif jiaka untuk sebuah mahkota diserahkan bukan pada ahlinya, bahkan harus membeli denga segala resah

Rumah^sawaH
Kamis, 17 Maret 2011 22:00

Kilas Balik #31

sudah tak bisa sedetail mungkin mengurai kenikmatan ini
hari-hari berlalu dengan rpm yang sangat cepat terasa
hingga tersadar perjalanan sudah sampai disini

banyak sudah cerita teruntai mengiringi perhelatan hati
kegagalan rencana atas sekenario pemegang hak
tempaan fikir dan polesan laku untuk sebuah ikhtiar

rasa senang dengan senyuman lebar manjadi teman dalam keberhasilan
rasa muram dengan kegundahgulanaan menjadi musuh dalam kegagalan
rasa ikhlas yang akhirnya menjadi penyejuk kesemuanya

terimakasih hidup;
atas kesempatan yang kau percayakan padaku
selalu ingatkan aku akan kehidupan kekal yaitu “KEMATIAN

—————-
tanah lahir, 26 Pebruari 2011 | 06:43

Santai Saja Kawan

apa yang kita alami sudah dituliskan
sela antar kata yang terluliskan adalah ihtiar
ruang antara kata yang tertuliskan adalah do’a
ujung awal kata yang tertuliskan adalah tawakal
ujung akhir kata yang tertuliskan adalah ikhlas

mempelajari, memahami, menghayati sikap bijak yang tak semua orang mampu menjalani
hal terpenting ; jangan berburuk sangka pada sang Kholik

————-
Lumbung^ikhtiaR
Kamis, 13012011 08:11

Hanya Satu Sisi Saja

sebuah mahkota disematkan lensa media meyorot keberhasilan semu
banggakah dengan pencapaian saat ini
menjadi jawab privasi

sisi perwujudan terpoles hanya pada titik luar etalase saja
kata megah; maju; modern; menjadi presfektip seperti lainnya

namun sisi religi kesejahteraan masih jauh dari ingatan apalagi harapan

———–
Rumah^sawaH
04.01.2011 03:37

flowchat genius sang bayi

senyum kecil tertimbun gumpalan pipi merona
tawa tanpa suara memekik sanubari
sejuk hati ini menyaksikan anugrah penuh semangat
berontak mengacug-acungkan tangan dan kaki
teruslah ciptakan suasana ceria seperti waktu itu
hingga aku lelah dan terlelap mengasihimu
jangan kau bosan menepuk kejujuran polos kepunyaanmu
sampai tangan terkepal menjadi terbuka untuk sebuah kebesaran hati

ku pandang terus… sambil ku pelajari flowchat yang kau berikan

Rumah^sawaH———-
jum’at, 4 november 2010

Sandiwara Kata-Kata #1

seseorang berjanji dengan kata-kata
seseorang mengingkarinya dengan sedikit kata-kata

kekurang pahaman ini hadir dalam sebuah pertanyaan

berawal dari sebuah tawaran segenggam mahkota yang tidak begitu didamba
kepolosan suci menjadi benteng sekaligus kemampuan diri sebagai tameng
semua sirna seiring lobi-lobi para mucikari

kekurang pahaman ini hadir dalam sebuah pertanyaan

jenjang anak tangga yang dulunya kokoh dengan kepastiannya
kebijakan yang sudah tidak bijak dipupuk dengan persekongkolan
titah penghambaan menjadi arca yang disucikan
sedangkan anak-anak para gembala dilupakan bahkan dikorbankan

kekurang pahaman ini hadir dalam sebuah pertanyaan

adanya sifat sementara tak ada kekekalan haruslah dipelajari, dipahami lantas dihayati diri
dalam kata-kata mengalir do’a menuju pada kebinasaan

——————————-
Rumah^sawaH
kamis, 18 November 2010 20:20

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.